Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

VII.37

Potensi Penggunaan Abu dan Kapur untuk Mengurangi Jumlah

Semen dalam Campuran Beton

Potential Use of Ashes and Lime to Reduce the Number

of Cements in Concrete Mixes

Y. Djoko Setiyarto

1

, Muhamad Haekal Akbar Pahlevi

2

1

Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Komputer Indonesia

2

Alumni Program Studi Teknik Sipil Universitas Komputer Indonesia

Email : y.djoko.setiyarto@email.unikom.ac.id

Abstrak –

bahwa abu dan kapur dapat digunakan untuk mengurangi jumlah semen dalam campuran beton. Eksperimen dilakukan

dengan membuat variasi kandungan abu dan kapur dalam semen sebanyak 0%, 5%, 10%, 20% dan 25%. Hasil uji kuat

tekan beton menunjukkan bahwa kandungan 10% abu dan kapur dalam campuran beton masih memiliki nilai kuat tekan

beton lebih besar dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton tanpa abu dan kapur.

:

Abstract

lime can be used to reduce the amount of cement in a concrete mix. The experiment was conducted by making

variations of ash and lime content in cement by 0%, 5%, 10%, 20% and 25%. The concrete compressive strength test

shows that the content of 10% ash and lime in concrete mixture still has a compressive strength value greater than the

concrete compressive strength value without ash and lime.

Keywords

I.

PENDAHULUAN

Inovasi teknologi diperlukan untuk mendukung

perkembangan infrastruktur dalam dunia teknik sipil,

termasuk inovasi teknologi pada beton. Dalam

pengembangan infrastruktur di daerah terpencil akan

menghadapi persoalan keterbatasan penggunaan semen

sebagai salah satu bahan bangunan yang tergolong

langka. Di sisi lain daerah terpencil tersebut memiliki

kekayaan alam berupa batu kapur dan limbah sekam

padi, sedangkan keterbatasan infrastruktur yang ada

menyebabkan bahan-bahan bangunan menjadi sulit

diperoleh. Penelitian berikut ini akan memaparkan

hasil eksperimental penggunaan abu sekam padi dan

kapur sebagai bahan bangunan alternatif dalam

campuran beton, yang bertujuan untuk mengurangi

jumlah semen. Substitusi abu dan kapur dalam

campuran beton diduga dapat memberikan kontribusi

kuat tekan beton. Beberapa penelitian terdahulu [1]

menyebutkan bahwa abu yang dihasilkan dari sisa

pembakaran mempunyai sifat pozzolan yang tinggi

karena mengandung silika (SiO2). Abu yang berasal

dari sekam padi [2] selain mengurangi limbah dapat

digunakan sebagai bahan pengganti semen karena

kandungan silikanya tersebut. Pemilihan kapur sebagai

campuran beton dilakukan karena kapur mengandung

unsur kalsium oksida (CaO) yang merupakan

komponen utama penyusun semen. Penggunaan 5%

batu kapur dan 5% kapur padam dalam campuran

beton K300 memberikan peningkatan kuat tekan beton

sebesar 32.8% [3]. Namun jika semen di substitusi

kapur sebesar 15% dari berat semen maka akan terjadi

pengurangan kuat tekan beton K225 [4]. Sedangkan

flyash

dapat meningkatkan kuat tekan dan modulus elastititas

beton geopolymer secara signifikan [5].

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa

besar potensi abu dan kapur dapat digunakan dalam

campuran beton

sehingga

mampu

memberikan

kontribusi kuat tekan beton. Sistematika pembahasan

meliputi hasil pengujian kadar organik dan silika dalam

abu, hasil pengujian campuran kapur dan air, pengujian

agregat bahan pembuat beton, pembuatan benda uji

(mix design) dan hasil uji tekan.

II.

METODOLOGI

Penelitian eksperimental ini dibagi atas beberapa

tahap sebagai berikut:

a.

Pengujian karakteristik semen, abu dan adukan

kapur.

b.

Pengujian karakteristik abu dan adukan kapur

tanpa menggunakan semen.

c.

Pengujian agregat.

d.

Mix Desain dan Uji Slump