Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

VII.21

Evaluasi Modulus Resilien dan Deformasi Permanan Campuran Aspal

Porus Pen 60/70 dengan Bahan Tambah Buton Natural Asphalt (BNA)

Evaluation of Resilien Modulus and Permanent Deformation of

Mixture Porus Asphal Pen 60/70 and Buton Natural Asphalt (BNA)

Falderika

Dosen Program Studi Teknik Sipil Unikom

Jalan Dipatiukur No. 112-116, Coblong, Lebakgede, Kota Bandung 40132

:

falderika_2011@yahoo.com

Abstrak-

tersebut memerlukan suatu pengikat yang bagus.Penelitian ini menggunakan campuran aspal porus dengan aspal Pen

60/70 dan modifikasi Buton natural asphalt. Kinerja campuran diukur berdasarkan hasil pengujian Marshall, Cantabro

Loss, Asphalt Drain Down, perendaman Marshall, pengujian Modulus Resilien dengan alat uji UMATTA, dan pengujian

Wheel Tracking Machine. Nilai stabilitas Marshall tertinggi yaitu sebesar 479 kg pada campuran Pen 60/70. Hasil uji

UMATTA memberikan nilai Modulus Resilien sebesar 1787 MPa dan 688 Mpa untuk campuran BNA 65/35 pada

temperatur 25°C dan 35°C dan 1413 MPa dan 480 Mpa untuk campuran aspal Pen 60/70 pada temperatur yang sama.

Pengujian Kuat Tarik Tak Langsung, menunjukkan bahwa dengan meningkatnya temperatur dapat menurunkan nilai kuat

tarik terhadap campuran Aspal Porus, dimana untuk aspal Pen 60/70 sebesar 3,52 N/mm

2

dan 3,25 N/mm

2

, untuk

campuran BNA 75/25 sebesar 3,71 N/mm

2

dan 3,50 N/mm

2

, untuk campuran BNA 65/35 sebesar 5,72 N/mm

2

dan 5,30

N/mm

2

pada temperatur 25°C dan 35°C. Secara umum hasil terbaik campuran aspal porus diperoleh pada pemakaian

aspal modifikasi BNA 65/35.

:

Abstract

good binder. This study uses a mixture of porous asphalt with asphalt Pen 60/70 and polymer modification Elvaloy

1,5% and 2,5%. Performance of the mixture is measured based on the results of Marshall Test, Cantabro Loss, Down

Drain Asphalt, Marshall Immersion, Resilient Modulus with UMATTA test equipment, and testing of Wheel Tracking

Machine. The highest value of Marshall Stability is 479 kg in Pen 60/70. The results of Resilient Modulus (UMATTA)

were 1787 Mpa (at 25

C) and 688 Mpa (at 35

C) for BNA 65,35 mix, while the reselt of asphalt Pen 60/70 mix was

1413 Mpa (at 25

C) and 480 Mpa (at 35

C). The result of Indirect Tencile Strength (ITS) test showed that the asphalt

Pen 60/70 mix has the higherst values (3,56 N/mm

2

and 3,24 N/mm

2

) at temperature of 25

C and 35

C, while for BNA

75/25 mix (3,71N/ mm

2

and 3,50 N/mm

2

), the Indirect Tencile Strength value (5,72N/mm

2

dan 5,30 N/mm

2

) for BNA

65/35 mix at the same temperature of 25

C and 35

C. The best results obtained from porous asphalt mixture with

modified BNA 65/35 bitumen.

Keyword :

I. PENDAHULUAN

Aspal porus adalah aspal yang dicampur dengan

agregat tertentu yang setelah dipadatkan mempunyai

20 % pori-pori udara. Aspal porus umumnya memiliki

beton yang menggunakan gradasi rapat, stabilitas

digunakan lebih banyak fraksi halus. Perkembangan

selanjutnya aspal porus layak untuk meningkatkan

kontak roda kendaraan dengan permukaan jalan. Aspal

porus juga mengeliminasi pengkabutan dibelakang

kendaraan dan mengurangi kesilauan dari permukaan

jalan pada siang dan malam hari, sehingga permukaan

jalan lebih jelas kelihatannya.

Aspal porus di Indonesian pertama kali diterapkan

pada tahun 1997 oleh PT. Jasa Marga di lintasan

Jagorawi sepanjang 250 meter. Uji coba tersebut

dimaksudkan untuk menekan frekuensi kecelakaan

akibat selip yang terjadi di Tol Jagorawi dan

memberikan layanan yang lebih baik pada pengguna

jalan. Di beberapa negara Eropa penerapan aspal porus

untuk

meningkatkan

keselamatan

telah

lama

diaplikasikan, lapisan aspal porus pertama kali

dikembangkan di Amerika pada tahun 1950 dan

Open Graded Friction coure

(OGFC).

Pada umumnya perkerasan yang memiliki gradasi

terbuka seperti aspal porus memiliki kelemahan dalam

sifat – sifat mekaniknya. Disatu sisi pemakaian aspal

yang telah dimodifikasi, baik dengan bahan karet

ataupun polimer serta sellulosa, pada beberapa

penelitian terdahulu terbukti telah meningkatkan sifat

makanik dari campuran aspal konvensional maupaun

campuran Aspal porus (Dibya 2004). Inovasi teknologi

pengolahan Aspal Buton tersebut terus dikembangkan