Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

IV.1

Information Technology Ethicsdalam Lingkungan Perguruan

Tinggi

Information Technology Ethics in Higher Education

Erna Susilawati

1

, Rani Puspita Dhaniawaty

2

, Annisa Paramitha .F

3

, Mia Fitriawati

4

1,2,3,4

Universitas Komputer Indonesia

1,2,3,4

Jl.Dipati Ukur No.112-114 telp.022-2504119Bandung

Email : ernasusilawati@email.unikom.ac.id

Abstrak –

Cepatnya perkembangan IT tidak disikapi dengan cepat oleh lingkungan perguruan tinggi yang sudah menerapkan

IT ethics,

pelanggaran etika dan menurunnya sikap beretika dalam penggunaan teknologi informasi. Oleh karena itu diperlukan

IT ethics

ini adalah mahasiswa, dosen, dan staf karyawan yang menggunakan teknologi informasi. Metode yang dipakai untuk

(Ethical Approach)

(Behavioral Approach)

lingkungan perguruan tinggi.

:Ethical Approach, Behavioral Approach

Abstract

IT develop rapidly but it was not responded well by the higher education that already applied information technology.

That certainly will has an impact on IT ethics, include the violation of ethics and the declining of ethical attitudes on the

use of information technology. Therefore, it necessary to formulate the IT ethics as a guide of ethical attitudes in the use

of information technology in the higher education. The scopes of this research are students, lecturers, and staffs or

employees who use the information technology. The method that used in this research for getting the ethical formula is

ethical approach and behavioral approach. The results of this research is expected can provide a n ethical formula for

using information technology in higher education.

Keyword :

I.

PENDAHULUAN

Terminologi etika pada perkembangan teknologi

informasi yang semakin bertumbuh dengan cepat ini,

menimbulkan berbagai macam bentuk perbincangan.

Perbincangan-perbincangan

tersebut

tidak

hanya

berada pada lingkungan umum, namun di lingkungan

akademis. Pada lingkungan akademis yang berada pada

tingkatan tertinggi, yaitu perguruan tinggi masih

terdapat salah penafsiran yang menyebutkan bahawa

etika itu sama halnya dengan kesopanan dan tata

karma. Namun, pada pendeifisiannya etika tidak hanya

sebatas pada kesopanan dan tata krama saja.

Bartens (2013:5) lebih jauh mendeskripsikan

bahwa pertama, etika bisa digunakan dalam arti: nilai-

nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan

seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur

tingkah lakunya. Kedua, etika juga berarti: kumpulan

asas atau nilai moral – yang dimaksud disini adalah

kode etik. Ketiga, etika merupakan ilmu tentang baik

dan buruk. Etika baru menjadi ilmu apabila keyakinan-

keyakinan etis (asas atau nilai yang dianggap baik atau

buruk) telah menjadi bahan refleksi kritis bagi suatu

penelitian dan metodis. Artinya, nilai-nilai yang

terkandung di dalam etika tersebut bisa diuji dalam

kaidah keilmuan. Dari hasil kajian ilmiah ini maka

code of conduct

Penggunaan teknologi memberikan perubahan

yang terjadi pada kehidupan manusia, khususnya pada

cara

berpikir

manusia

akan

berdampak

pada

pelaksanaan dan cara pandang terhadap etika dan

norma-norma dalam kehidupannya. Contoh yang

terlihat adalah

manusia

yang biasanya

saling

berinteraksi secara fisik, melakukan komunikasi secara

langsung dengan orang lain, karena penggunaan

teknologi interaksi yang terjadi berkurang. Hal ini

terlihat dengan perkembangan teknologi internet yang

memudahkan dalam berinteraksi yang dengan hanya

duduk di depan komputer dapat langsung saling

berinteraksi. Maka dari itu diperlukan sebuah rumusan

IT ethics.

Pada penelitian ini bertujuan untuk memberikan

IT ethics

teknologi informasi pada lingkungan perguruan tinggi.

Penelitian ini dilakukan karena melihat penggunaan

teknologi telah mengambil alih beberapa fungsi yang

ada pada kehidupan manusia. Fungsi – fungsi tersebut

diantaranya, pada cara berpikir dalam memecahkan

suatu permasalahan, perencanaan maupun pengambilan

keputusan.