Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

II.23

Pemanfaatan ITIL v3 untuk Mengatasi Masalah Layanan TI pada

Sistem Terintegrasi di Perguruan Tinggi

Using ITIL v3 to Solve IT Service Problem in

Integration System at Universities

Yeffry Handoko

Magister Sistem Informasi, Universitas Komputer Indonesia

Jl. Dipati Ukur 112-116 Bandung

Email: yeffryhp@unikom.ac.id

Abstrak

standar data, kesiapan sistem dalam men-sharing data, ketersediaan sistem, beban pengunaan yang besar, serta

keengganan pengguna untuk memanfaatkan sistem baru yang terintegrasi. Pada penelitian akan diusulkan kerangka

Information Technology Infrastructure LibaryService

Management

berupa 8 proses management layanan yang harus diprioritaskan untuk menyelesaikan masalah, serta berdasasrkan nilai

KPI < 40% terdapat 4 proses manajemen layanan yang harus diperbaiki.

.

Kata kunci

Abstract

big load, the lack of user to use new system. In this research will be proposed ITIL Framework to evaluate service

practice on ITSM of integrated service system in university. The result of this research are 8 priority processes of

service management to overcome the problems and by the mean of gap analysis is obtained 4 Key Performance

Indicator to be controlled.

Keyword

1. PENDAHULUAN

Beberapa

perusahaan

TI

mencoba

untuk

meningkatkan tingkat layanan, menurunkan biaya

adminstrasi, melakukan integrasi sistem berkaitan

dengan proses sharing knowledge, serta melakukan

peningkatan keamanan sistem informasi. Aktivitas yang

biasa dilakukan di organisasi TI juga dicoba untuk

dimanfaatkan di perguruan tinggi. Salah satu kerangka

nfrastructure

Library

Service Management

Perguruan tinggi mengganti sistem lama untuk

memperoleh tingkat layanan yang lebih baik dengan

melibatkan seluruh civitas akademika berkontribusi pada

sistem

terintegrasi.

Sistem

Integrasi

diharapkan

memberikan layanan dengan kualitas yang lebih tinggi

yang berarti kinerja lebih tinggi, ketersediaan lebih baik

dan skalabilitas. Namun ide melakukan pengintegrasian

sistem memberikan masalah mulai dari awal pengusulan

sistem sampai pada implementasi sistem. Secara teknis

pada data, integrasi data dilakukan menggunakan XML

wrapping

replikasi

data

yang

menggunakan

desentralisasi data [1]. Pada aplikasi, integrasi dilakukan

dengan

metoda

screen

wrapping

yaitu

dengan

memberikan Graphical Interface yang baru pada aplikasi

lama, kemudian juga ada point to point integration yang

meningkatkan bebab server kemudian ada juga Common

Object Request Broker Architecture (COBRA) yang

memanfaatkan middleware [1].

Masalah lain dalam proses integrasi adalah masalah

heterogen dari masing-masing sistem lama seperti

perbedaan sistem operasi, perangkat lunak pengelola

data, middle ware, user interface, aturan bisnis [2]. ITIL

menyediakan pendekatan sistematis untuk melihat dan

mengevaluasi sistem terintegrasi dari sisi manusia,

teknologi, proses dan organisasi [3]. Proses identifikasi

proses, perancangan, implementasi dan evaluasi yang

ada di dalam kerangka kerja ITIL dapati digunakan

sebagai tool atau alat untuk melihat lebih permasalahan

yang ada dan memudahkan mengusulkan rekomendasi

yang sesuai. Pada beberapa perusahaan TI seringkali

ITIL digunakan sebagai alat untuk memperoleh standar

kualitas seperti ISO 9000 dan ISO/IEC 20000. [4,5]

Beberapa perusahaan TI yang berkembang sangat

mengandalkan ITIL seperti Procter & Gamble, NASA,

HSBC Bank, NHS, Boeing dalam manajemen layanan

TI-nya.

Namun

suatu

terobosan

baru

untuk

mengimplementasikan ITIL di sistem terintegrasi pada

perguruan tinggi yang aktivitasnya lebih banyak pada

manajemen pengetahuan (knowledge management)

seperti data aktivitas Tri Dharma dosen (penelitian,

publikasi, pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat)

, data kerja sama, data kepangkatan, data karyawan, data

mahasiswa dan evaluasi kinerja dosen/karyawan.

A.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :